Siapa pun hari ini bisa bersuara. Tanpa kepakaran, mencemooh secara terbuka, dianggap sebagai suatu yang wajar. Bersuara tanpa memiliki kemampuan berpikir yang benar justru melahirkan kekacauan.
Teknologi | 29.01.2026
Kita hidup dalam zaman yang memuja gerak dan hasil. Diam dicurigai sebagai kemunduran, berhenti dianggap kegagalan. Sudah, secukupnya saja. Kapan kita harus mengejar, kapan berhenti, dan kapan menerima.
Seni | 27.01.2026
Hujan menyimpan kritik yang penting. Ia memperlihatkan paradoks manusia modern yang dituntut terus menyesuaikan diri, sementara ruang untuk refleksi ekologis dan spiritual semakin menyempit.
Manusia | 26.01.2026
Hari ini manusia tidak lagi dijajah secara fisik, tetapi secara psikologis dan kognitif, yakni lewat data dan algoritma. Teknologi pun kemudian dipertuhankan.
Manusia | 23.01.2026
Akar krisis ekologi kita hari ini, menurut para tradisionalis, akibat dari krisis ruhani. Manusia modern terputus dari pusat metafisis, dari Tuhan, lupa perannya sebagai khalifah.
Manusia | 23.01.2026
Mendekati gunung bukan semata soal fisik, melainkan soal kesiapan batin. Ada kesadaran bahwa manusia datang sebagai tamu, bukan pemilik.
Manusia | 20.01.2026
Manusia itu bukan pemilik bumi, melainkan pengelola yang kelak dimintai pertanggungjawaban. Kearifan lokal seperti dina renteng menjadi pengingat kita, harus berselaras dengan alam.
Tradisi | 19.01.2026
Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami menggambarkan bahwa dalam diri kita ada sebuah kutukan yang muncul dari emosi negatif.
Manusia | 14.01.2026
Tumpukan dan pembuangan sampah seringkali menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Problem ini bukan hanya menjadi masalah lingkungan, melainkan cermin krisis relasi manusia dengan alam.
Manusia | 13.01.2026