Berkeislaman dalam Kebudayaan

Puasa dan Gelombang Tantrum Massal

Di kanal televisi, di laman media sosial, seringkali kita melihat atau membaca komen-komen kemarahan. Marah itu perlu dirawat, bukan dipertontonkan.

Manusia | 16.03.2026

Ketika Perempuan Menjadi Polisi Moral bagi Sesama

Hal yang paling mudah adalah memberikan komentar (nyinyir) ke orang lain, namun lupa terhadap keburukan yang ada pada diri sendiri.

Perempuan | 15.03.2026

Puasa Ramadan dan Puasa Sampah

Jumlah sampah tiap harinya selalu naik. Logikanya, dengan berpuasa, seseorang akan mengurangi tingkat konsumsinya, termasuk tumpukan sampah, namun justru fakta menunjukkan sebaliknya.

Manusia | 14.03.2026

Buku dan Kasmaran Berilmu

Seberapa sering kita membaca buku? sepertinya buku tidak lagi menjadi teman yang asik, karena budaya baca di masyarakat tidak tercipta.

Pendidikan | 13.03.2026

Tidak Ada Manusia yang Luput dari Ajal

Di antara takdir dan ikhtiar, ada satu hal yang pasti akan kita alami semua, yakni kematian. Setiap yang bernyawa pasti akan menjalani ketetapan ini.

Manusia | 10.03.2026

Musik Nasional dan Religiositas Publik

Religiositas musik dapat menciptakan pengalaman kebersamaan yang terasa hampir sakral, meskipun tidak berada dalam ruang ibadah.

Seni | 09.03.2026

Takjil yang Menindas: Ketika Sedekah Kehilangan Martabat

Berbagi itu baik. Namun kalau salah niat apalagi pamer kesombongan hingga merendahkan martabat sesama, itulah yang menjadi petaka.

Manusia | 08.03.2026

Ramadan sebagai Tarbiyah Sosial: Membaca Ulang Kebijakan Pendidikan Gus Dur

Mungkin tidak akan pernah terulang kembali di bulan suci Ramadan anak-anak sekolah bisa merasakan liburan full.

Pendidikan | 06.03.2026

Ngabuburit dalam Lapis Makna Religiositas Kontemporer

Ngabuburit adalah sebuah fenomena bahwa kita adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup sendirian. Hal itu adalah kekuatan kita untuk merawat kebersamaan.

Tradisi | 02.03.2026