Dari akar budaya keraton, pesantren menumbuhkan pohon ilmu yang rindang, tempat dimana santri belajar menjadi manusia rendah hati, berpikir kritis, dan berkhidmah.
Keterisian (bukan kekosongan atau gelapan) abad 16 dan 17, tidak terjadi begitu saja. Era 1500-1600 Masehi hasil dari dinamika sejarah abad-abad sebelumnya.